Dimana kita meletakkan harga diri kita?
Oh Hi hi. Without asking some of my not-favorite-formal question like “how u doin”, Im just hoping all of you who are jumping in my blog right now are in very good and happy condition. Baru-baru ini aku baru baca info di twitter bahwasanya ada penelitian yang lumayan random tapi seru menurutku. Katanya kalau kita senyum selama 5 detik, memori kita secara otomatis menstimulasi alam bawah sadar kita untuk menampilkan selama 1-2detik wajah orang yang kita sayang. Ihir. Let’s Try!!
Boong ding. It’s just my very quick random intermezzo to make you give me your sweetest smile. Hehe. Sorry. Dari judulnya kesannya berat banget pembahasan di entry ini, seberat beban hidup, makanya aku ga mau yang baca malah bosen dan memutuskan untuk leave. Hiks
Duh bakal panjang nih blog sepertinya. Oke. We’ll better start it with a study case.
-----Ms. Nina-----
Cantik, badannya ideal. Dia bukan berasal dari keluarga berada, ga punya backup dana dari orang tua, tidak memiliki asset atau usaha lain. Gaya hidupnya W-O-W. Perawatan di klinik mahal, party every weekend, ke salon, nge-gym. Like any other girls, Yang paling Nina suka adalah Shopping. Nina senang ketika dia bisa pakai barang branded dan membuat semua teman- temannya notice bahwa dia adalah the very fortune princess. Kegiatan yang paling sangat senang dilakukan adalah menampilkan kemakmuran hidupnya di Media Sosial. Dalam mencari pasangan Nina mau yang Kaya. Tampang sih ga penting. Makanya dia sekarang pacaran sama Mas Bono yang merupakan penyuntik dana terbesar kehidupan glamornya itu. Mas Bono Sang Dirut Pengusaha Start up sukses dan telah memiliki dua anak itu, tiap bulan ga pernah missed nyuntik dana 6-8 juta ke rekening Nina. Jadi siapa Nina sebenarnya?
Yap betul. Nina adalah Sugar Baby nya Mas Bono. Alasan Nina nyemplung ke Dunia Per sugar-an adalah karena ia capek jadi orang missqueen. Dulu waktu sekolah di kampung, Nina ga pernah merasa kurang dengan hartanya. Tapi semenjak dia ikut tantenya ke Jakarta, dan dikuliahi di kampus yang cukup bonafit, disinilah Nina merasa sangat tidak percaya diri karena tidak bisa mengikuti lifestyle teman-temannya yang most of them are Rich. Merasa terkucilkan, Nina memutuskan untuk menaikkan derajat ke-duniawi-annya.
Yap betul. Nina adalah Sugar Baby nya Mas Bono. Alasan Nina nyemplung ke Dunia Per sugar-an adalah karena ia capek jadi orang missqueen. Dulu waktu sekolah di kampung, Nina ga pernah merasa kurang dengan hartanya. Tapi semenjak dia ikut tantenya ke Jakarta, dan dikuliahi di kampus yang cukup bonafit, disinilah Nina merasa sangat tidak percaya diri karena tidak bisa mengikuti lifestyle teman-temannya yang most of them are Rich. Merasa terkucilkan, Nina memutuskan untuk menaikkan derajat ke-duniawi-annya.
Study Case 2
------Ms. Aura-----
Anak pengusaha cengkeh terkaya se-Asia Tenggara yang menjadi supplier Perusahaan rokok terbesar merk Djarjum selama berpuluh-puluh tahun. Kekayaannya bawaan dari nenek 7 generasi terdahulunya. Super rich with no effort AT ALL. Bedanya sama Nina, Si Aura ini malah ga suka pamer kemewahannya. Karena menurut dia kaya itu sesuatu yang biasa aja. Udah biasa dinner di restoran di hotel bintang 5 tiap minggu sama keluarga dan temen-temen. Jalan-jalan keluar negeri biasa naik pesawat jet milik keluarga. Hehe. Tapi eh tapi, bukannya merasa happy, sebenarnya Aura hidup dalam ke-insecure-an yang sudah tertanam di alam bawah sadarnya semenjak dia masih kecil. Dia paling musuhan sama cermin. Dia ngerasa kesel, kenapa mukanya ga secantik kaka-kakanya. Dia sendiri diantara 3 bersaudara yang memang kurang seberuntung kaka-kakanya yang dapat gen cantik dari ibunya. Aura dapat gen dari ayahnya yang kalau kata standar kecantikan buatannya manusia Indonesia itu kurang banget, alias item, struktur wajahnya keras maskulin, hidung maju engga mundur engga, Alis ulat bulu. Very masculine. Alhasil, Setiap kali pakai make-up Aura lebih merasa mirip Bunda Dorce ketimbang Mba Raisa. Aura bosen banget setiap dikenalin sama teman orang tuanya dia selalu dibilang “Wah, ini sih Pak Markono versi perempuan”.
Rasa Insecure terbesarnya adalah menginjak umur 20 tahun Aura belum juga kunjung punya kekasih. Resolusi di umur ke 20 nya adalah dia mesti jadi cantik dan punya pacar. Yiha. Terinspirasi dari salah satu variety show korea yang merubah penampilan seseorang menjadi cantik dengan bantuan para dokter oplas, Aura pun mendapat persetujuan dan dukungan keluarganya untuk melakukan operasi plastik di Korea. Berharap menjadi sekuntum mawar yang akan dikelilingi para kumbang. Raisa?? Lewattt…. Long story short, it went well. Dia berhasil memiliki cowok ganteng dari kalangan menengah.
Study Case 3
-----Ms. Kinan----
Namanya Kinan. Terlahir dari keluarga dengan keadaan finansial menengah ke bawah. Ayahnya Guru SD, Ibunya hanya Ibu rumah tangga. Kinan adalah anak pertama dari 2 bersaudara. Kinan bukan mahasiswa berprestasi waktu kuliah, dan cenderung biasa aja. Tapi dia sukses menjadi asisten dosen dari tahun ke dua karena selain memiliki attitude baik, Dia dianggap Dosennya paling siap sedia kalo dimintai tolong. Keterima bekerja di perusahaan BUMN migas dengan gaji 8 juta untuk freshgraduate itu pun atas hasil rekomendasi Dosennya yang punya kenalan disitu. Kinan ga secantik para selebgram. Tidak ada yang istimewa dari fisiknya. Tapi kalau Kinan sudah berbicara, Dia menjadi sangat Charming. Setiap kata yang keluar dari bibirnya terdengar mahal, berbobot dan meyakinkan. Hasil dari olah pola pikirnya dalam menyerap 2-3 buku setiap minggu. Makanya pengetahuannya luas dan nyambung ngobrol sama siapapun. She is young independent energetic and charming woman. Banyak lelaki yang suka sama Kinan, tapi Kinan yang visioner ini menganggap bahwa waktunya terlalu sedikit untuk mengerjakan hal lain yang menghambatnya mencapai tujuan. Dulu waktu SD, Kinan ingat sebuah kejadian yang ga akan pernah ia lupakan. Kinan pernah secara ga sengaja mendengar Ibu dan Ayahnya berbisik-bisik tentang Ibunya yang gagal mendapat pinjaman uang 200ribu rupiah untuk biaya Study tour SD Kinan ke Puncak. Dengan terpaksa, Ibu Kinan bangun jam 3 subuh selama 1 minggu untuk membuat kue yang kemudian diantarkan ayah Kinan untuk dititipkan ke beberapa gerai di pasar. Itu semua dilakukan ketika Kinan dan adiknya masih tidur.
Kinan juga punya aktivitas mengajar anak-anak kampung yang tinggal di sekitar perumahannya secara Voluntary alias gratis. Kinan berfikir, Tuhan sudah memberikan banyak kemudahan dalam hidupnya, masa dia yang hanya seorang manusia pelit membantu orang lain. Kebahagian buat Kinan adalah bisa memberikan manfaat ke orang lain melalui apa yang ia miliki. Entah hartanya, Entah ilmunya, Entah waktunya atau bahkan senyumnya.
Kinan juga punya aktivitas mengajar anak-anak kampung yang tinggal di sekitar perumahannya secara Voluntary alias gratis. Kinan berfikir, Tuhan sudah memberikan banyak kemudahan dalam hidupnya, masa dia yang hanya seorang manusia pelit membantu orang lain. Kebahagian buat Kinan adalah bisa memberikan manfaat ke orang lain melalui apa yang ia miliki. Entah hartanya, Entah ilmunya, Entah waktunya atau bahkan senyumnya.
Tapi, seperti Aura dan Nina, Kinan pun tetap merasakan gelisah dan insecure. Kinan resah setiap kali ia lupa membawa uang receh untuk para pengamen jalanan. Ia resah setiap kali ia melihat anak kecil di lampu merah yang tidak memiliki alas kaki dan berjualan koran demi sesuap nasi. Cita-cita terbesar Kinan adalah ingin mendirikan yayasan dan sekolah gratis bagi semua anak-anak yang tidak seberuntung dirinya.
Jadi, apa beda antara ketiganya??
Yap. Peletakkan harga diri mereka.
Dimana mereka meletakkan harga diri mereka adalah yang membuat ketiganya memiliki kualitas yang berbeda.
Yap. Peletakkan harga diri mereka.
Dimana mereka meletakkan harga diri mereka adalah yang membuat ketiganya memiliki kualitas yang berbeda.
Nina meletakkan harga dirinya pada MATERI. Sesuatu yang kasat mata. Dia menilai dirinya mahal ketika ia bisa memiliki benda-benda yang mahal. Pemikirannya mengatakan ga semua manusia di Dunia bisa punya barang limited edition-nya Channel atau YSL yang dibuat handmade langsung dari pengrajin lokal di Eropa. Begitupun cara dia menilai orang lain. Semakin banyak harta yang dimiliki seseorang maka semakin tinggi apresiasinya terhadap orang tersebut. Ke-insecure-annya muncul kalau dia ga dikelilingi oleh barang-barang bagus, dan orang-orang yang ga punya barang-barang branded. Orientasi kebahagiaannya adalah pada Material things.
Yang Nina tidak sadar adalah kekayaan bukan jaminan kebahagiaan. Kekayaan bukan cara yang tepat untuk mendapatkan persahabatan. Kekayaan bisa membeli reputasi namun tidak bisa membeli ketulusan seseorang. Kenapa demikian? Karena yang menarik orang lain untuk mendekati Nina adalah harta bukan karena kepribadian seorang Nina. Yang terpenting, Kekayaan tak mampu membeli anugerah Tuhan yang bernama Kesehatan. Aku ingat, ustadz Salim A Fillah pernah menceritakan dalam satu kajian, ia pernah duduk bersampingan dalam suatu penerbangan dengan seorang Pengusaha Sukses. Pada saat Pramugari menghidangkan makanan, Si pengusaha tersebut merequest menu lain yaitu ubi. Melihat Pengusaha tersebut hanya memilih makan ubi sedangkan semua menu yang ditawarkan begitu menggiurkan, Ust mencoba bertanya kepada Beliau. “Kok, hanya makan ubi saja pak? Ini menunya enak semua lho” Si Pengusaha menjawab “Iya Pak, saya ada penyakit, dokter ngelarang saya makan apapun selain ubi demi kesehatan”. Singkat cerita mereka berkenalan, ia pun mengetahui bahwa orang yang duduk di sampingnya itu adalah seorang Ustadz, dan Ustadz Salim mengetahui bahwa ternyata si pengusaha tersebut bukan sembarang pengusaha, tapi memang saudagar kaya raya. Si Pengusaha curhat ke Ust, “Ustadz, saya itu kaya, tapi saya ga merasa kaya. Saya punya uang untuk beli apapun makanan yang saya mau, tapi saya gabisa makan itu. Mobil di rumah pun terpaksa saya pinjamkan ke tetangga karena saya disuruh Dokter pribadi saya untuk naik sepeda agar saya bisa hidup sehat”.
Aura. Menjadi cantik adalah Mahal. Menjadi cantik adalah strategi. Strategi yang memudahkan ia menarik perhatian lawan jenis dan mudah merasa dicintai orang lain. Peletakkan harga dirinya adalah kepada suatu hal kasat mata yang melekat pada dirinya. FISIK. Terbukti kan, para selebgram itu semakin cantik semakin banyak followers-nya. Dan semakin kurang menarik seorang wanita, jangankan perlakuan nice, diperhatikan saja engga. Ke-insecure-an Aura adalah ketika ada perempuan yang ia rasa lebih menarik secara fisik dari dia. Terbukti waktu mereka dateng ke acara nikahan teman mereka, secara ga sengaja Aura menangkap basah sang pacar sedang melirik wanita cantik yang lagi berdiri di kejauhan. Dan. B-O-O-M. She became very possessive and more Insecure. Orientasi kebahagiaannya adalah keindahan luar.
Yang Aura lupa, bahwasanya keindahan fisik itu adalah karya Tuhan yang menjadi ranah NYA yang hanya bisa diimani dan disyukuri. Bukan dicaci. Aura lupa, bahwasanya keindahan fisik akan hilang seiring usia. Semua dari kita akan menua, kriput, dan akhirnya menjadi tulang belulang. Aura lupa, bahwa kecantikan adalah hal yang sangat relatif sehingga jika kita menaruh kebahagiaan dan ketertarikan kita pada "luar" ia jelas tidak akan bertahan lama, terlebih ketika kita menemukan ada orang lain yang lebih cantik dibanding kita.
Aku ingat, seorang teman yang terkenal begitu cantik, namun justru kurang disukai karena attitudenya. Setiap kali ia berkata selalu menyindir dan membuat lawan bicaranya tersinggung, Sikapnya terbilang egois, Suka mengatur tanpa mau dikritik. Jangankan punya pacar, teman aja ga ada yang betah lama-lama sama dia. Dan aku ingat, seorang teman yang fisiknya biasa aja, tapi banyak banget yang naksir sama dia, Karena dia murah senyum, Selembut ibu peri, menenangkan ketika berbicara dan bersikap. ADEM.
Aku ingat, seorang teman yang terkenal begitu cantik, namun justru kurang disukai karena attitudenya. Setiap kali ia berkata selalu menyindir dan membuat lawan bicaranya tersinggung, Sikapnya terbilang egois, Suka mengatur tanpa mau dikritik. Jangankan punya pacar, teman aja ga ada yang betah lama-lama sama dia. Dan aku ingat, seorang teman yang fisiknya biasa aja, tapi banyak banget yang naksir sama dia, Karena dia murah senyum, Selembut ibu peri, menenangkan ketika berbicara dan bersikap. ADEM.
Kinan meletakkan harga dirinya pada sesuatu yang tak kasat mata yang berasal dari dalam dirinya. Jiwanya. Kinan menganggap dirinya berharga ketika ia bisa membantu orang lain dengan segala sesuatu yang ada pada dirinya. Kinan merasa bahagia ketika ia bisa membuat orang lain terbantu karena dirinya.Baginya, Secantik apapun seseorang, Sepintar apapun ia, atau Sekaya apapun ia, ia belum berharga ketika kecantikannya, kepintaran atau kekayaannya tidak memberikan dampak positif kepada orang lain terutama yang membutuhkan. Penanaman nilai itu tumbuh karena sedari kecil Kinan besar dilingkungan yang serba memprihatinkan, ia banyak belajar dari lingkungannya bahwa masih banyak orang yang kurang beruntung di luar sana yang sedang berjuang untuk mendapatkan kualitas hidup yang baik, pendidikan yang baik dan kesehatan yang baik. Dulu, Kinan selalu bilang begini kepada teman-teman diskusinya “My real competitors are not someone who get the score better in class, or someone who has more followers on Instagram. Poverty and Lack of Education are my true competitors. Not just for me, but for us.”
Manusia sebagai ciptaan, sudah semestinya menempatkan harga diri sejalan dengan apa yang Sang pencipta kehendaki. Kinan adalah representasi dari seseorang yang tau benar bahwa harga diri sejatinya diletakkan sesuai kehendak Tuhan. Kinan tau yang mahal dari seorang manusia adalah jiwa yang selalu haus untuk berdampak baik ke sekitar dan peduli akan keadaan orang lain. Yang membuat ia bangga pada dirinya adalah ketika ia bisa memberikan manfaat untuk orang lain. Walaupun bukan sekali-dua kali ia malah “dimanfaatkan” teman-temannya, it is not a big deal. Biarlah urusannya Tuhan kalaupun ada yang berniat buruk. Kinan menganggap hati, pikirannya dan waktunya terlalu berharga untuk sekedar digunakan ber-Suudzon.
Sebenarnya peletakkan harga diri kita itu masih banyak lagi contohnya. Ada yang menaruhnya pada kehormatan diri, ada yang menaruhnya pada kepintaran, dan lain-lain. Tapi, Nina, Aura dan Kinan adalah representasi yang keberadaannya paling mendominasi di kehidupan kita. Atau bisa jadi kita salah satu diantara ketiganya?
Intinya, kita mesti pandai menempatkan harga diri kita, terlebih sebagai manusia ciptaan Tuhan. Peletakkan harga diri adalah cerminan cara pandang, kebahagiaan dan tujuan hidup kita.
Hukum alam berkata : Kita akan didekatkan Tuhan oleh orang yang memiliki fokus yang sama dengan kita.
Contoh, Kita suka baca buku, makanya kita suka dateng ke perpustakaan dan lebih banyak menghabiskan waktu di perpustakaan. Otomatis, chance kita ketemu dengan orang-orang yang ada di perpustakaan pun besar. Nah orang-orang yang ke perpustakaan itu ya jelas memiliki ketertarikan yang sama kepada buku, dan kebahagiaan muncul ketika bisa menyerap ilmu melalui karya para penulis. Dengan demikian, kecenderungan kita untuk memiliki teman dan lebih get along dengan orang yang suka baca buku akan lebih tinggi dibanding dengan orang yang suka menonton dan menghabiskan waktunya di depan TV.
“You can choose how people value your self, by your physical appearance, your money, intelligence, your attitude, your Kindness, or what can you give to the people around you.
And you can choose how you value people, by their physical appearance, their money, intelligence, attitude, kindness, or what can they give to the people around.
Whatever the choice is, it Simply Defines Where you actually put your dignity.”




Comments
Post a Comment